Diskusi ‘Selamatkan Persebaya’ Digeruduk Bonek | Zona Olahraga

Togel Online Agen Bola Agen Bola Agen Poker Domino99 Capsa AduQ BandarQ Online Agen Togel Online Asli4D Agen Poker BandarKiu Online ituQQ Agen Judi BandarQ BandarPoker Domino Online Indonesia Agen Judi Online Casino & SportsBook Agen Poker Domino QQ Online Agen Poker Domino QQ Online Judi Poker Domino 99 Online Judi Poker Domino 99 Online Agen Togel Nasional Online Judi Casino dan Togel Online Indonesia Poker Online
Agen Casino Bandar Sakong

Diskusi ‘Selamatkan Persebaya’ Digeruduk Bonek

Poker Online Poker Online

Surabaya – Sekitar seratus orang Bonek -julukan suporter Persebaya Surabaya 1927, berunjukrasa di pelataran Hotel Inna Simpang, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Sabtu, 9 Februari 2013. Hotel Inna Simpang menjadi sasaran demonstrasi karena di Ruang Majapahit hotel tersebut sedang berlangsung diskusi bertema ‘Selamatkan Persebaya’.

Diskusi itu menghadirkan pembicara Komisaris PT Persebaya Indonesia Saleh Ismail Mukadar, Direktur Utama PT Persebaya Indonesia Cholid Goromah dan bekas Chief Executive Officer (CEO) Persebaya Gede Widiade. Semula unjuk rasa Bonek digear di seberang Gedung Negara Grahadi yang tak jauh dari hotel. Setelah berorasi, bonek kemudian berjalan mundur ke halaman hotel.

Bonek sempat akan menyerbu masuk ke dalam hotel. Namun gagal karena pintu lobi hotel dijaga ketat puluhan polisi dari Kepolisian Sektor Genteng. “Mundur, jangan memaksa masuk. Yang tidak bisa diperingatkan akan kami tindak tegas,” ujar Kepala Kepolisian Sektor Genteng Komisaris Polisi Hendria Lesmana.

Ancaman Hendria membuat Bonek ciut. Mereka kemudian duduk-duduk di halaman sambil menunggu para pembicara turun menemui pengunjukrasa. Koordinator aksi, Andi Peci mengatakan, kedatangannya ke hotel tidak bermaksud merusak acara. “Kami hanya ingin agar para petinggi Persebaya bertanggungjawab atas kekisruhan yang terjadi di klub ini,” kata dia.

Andi mengaku prihatin dengan mundurnya Gede Widiae yang berimbas pada diliburkannya latihan para pemain hingga sebulan lebih. Gede mundur karena uang talangannya Rp 9 miliar tidak dikembalikan oleh konsorsium.

Menurut Andi, dirinya mencium aroma politik praktis di balik kekisruhan Persebaya. “Kami mendesak Wali Kota Surabaya mengambilalih sementara Persebaya sampai situasi kondusif,” kata Andi.

Pengunjuk rasa baru tenang setelah Saleh, Cholid dan Gede turun menemui mereka. Saleh membantah bahwa ada nuansa politis di tubuh Persebaya. Yang ada, kata dia, justru manajemen sedang mati-matian mencari dana agar Persebaya bisa ikut kompetisi.

“Kami sudah minta Gede untuk kembali lagi ke Persebaya untuk bersama-sama mengurusi klub ini. Saya rela saham saya di PT Persebaya Indonesia diambil Gede untuk membayar utang konsorsium,” kata Saleh.

Sumber

Share this post:

Recent Posts