Madrid Dominan, United Sukses Meredam | Zona Olahraga

Agen Bola Domino Online, Dominobet, Agen Poker, Agen Domino Terpercaya Agen Domino Online Agen Bola Capsa Susun Bandar Q Bandar Q Agen Online Terpercaya Agen Poker Domino99 Capsa AduQ BandarQ Online Agen Togel Online Asli4D Agen Poker BandarKiu Online ituQQ Agen Judi BandarQ BandarPoker Domino Online Indonesia Agen Judi Online Casino & SportsBook Agen Poker Domino QQ Online Agen Poker Domino QQ Online Judi Poker Domino 99 Online Judi Poker Domino 99 Online Agen Togel Nasional Online Poker Online Judi Casino dan Togel Online Indonesia
Agen Casino Bandar Sakong

Madrid Dominan, United Sukses Meredam

Poker Online Poker Online

Dominasi Real Madrid di Santiago Bernabeu, Kamis (14/2/2013) dinihari WIB, tidak terbantahkan. Tapi, Manchester United juga bermain dengan baik untuk meredamnya. Hasil imbang 1-1 pun terbilang jadi hasil yang layak.

Kembali ke Inggris dengan hasil imbang plus bekal satu gol tandang tentu bukan hasil buruk bagi United. Bagi Madrid sendiri, hasil ini tentu saja terbilang mengecewakan. Tentu masih terbuka peluang, tapi gagal menangguk poin penuh di kandang sendiri, saat mereka mendominasi jalannya pertandingan, tentu bukan hasil menggembirakan.

Kendati demikian, skor 1-1 memang hasil yang adil. Madrid memang mendominasi, baik dalam penguasaan bola maupun dalam percobaan mencetak gol, tapi kedua tim sebenarnya sama-sama punya peluang memenangi pertandingan.

Formula Awal Fergie

Sir Alex Ferguson cukup berani memasang 3 pemain dengan posisi natural sebagai striker di daftar starting eleven: Danny Welbeck, Wayne Rooney, dan Robin van Persie. Tapi Welbeck dan Rooney ditempatkan melebar di sisi kiri dan kanan lapangan. Keduanya mula-mula dipasang bersamaan untuk memastikan bahwa kedua full-back United, Patrice Evra dan Rafael da Silva, akan mendapatkan bantuan memadai guna menetralisir dua inverted-winger Madrid yang ditempati Cristiano Ronaldo dan Angel Di Maria.

Welbeck menjawab tugas itu dengan cukup baik. Dia cukup disiplin membantu Evra bertahan di posisinya dari serbuan Di Maria. Tidak selalu berhasil memang, tapi ini cukup menetralisir daya gedor sisi kiri penyerangan Madrid. Begitu juga dengan Rooney. Ditempatkan di sisi kanan, tentu saja Fergie berharap dia bisa membantu Rafael bertarung dengan Ronaldo. Rafael terbukti sangat kerepotan menjaga wilayahnya. Bisa dibayangkan jika flank kanan yang dipasang adalah Nani atau Valencia, Rafael bisa lebih hancur lebur lagi.

Dengan dua flank ditempati oleh dua pemain yang naturalnya adalah striker, cukup jelas Fergie menyiapkan timnya mula-mula untuk memperkuat pertahanan dan menyerang melalui serangan balik yang akan memaksimalkan (lagi-lagi) Rooney dan Welbeck. Kombinasi rencana ini tak bisa dikatakan gagal.

Gol yang dicetak Welbeck hasil umpan Rooney memang berasal dari bola mati, tapi kombinasi itu menegaskan bahwa rencana Fergie terbukti cukup berhasil. Dan di luar gol itu, terutama melalui Welbeck di kiri, rencana Fergie dalam melakukan serangan balik memang berhasil. Welbeck nyaris selalu jadi aktor penting setiap serangan United. Dia berkali-kali bisa menyulitkan kombinasi Alvaro Arbeloa di kiri dan Sergio Ramos di tengah.

Formula Inverted Winger

Rafael, dengan bantuan Rooney, masih sangat kerepotan membendung Ronaldo. Di awal-awal pertandingan, juga di babak kedua, Madrid sangat berbahaya saat sisi kiri mereka secara kompak menyerang melalui kombinasi Fabio Coentrao-Ronaldo. De Gea 2 kali menyelamatkan gawangnya dari percobaan yang dilakukan Coentrao.

Fergie tentu sadar betapa mematikannya Ronaldo jika dibiarkan memasuki daerah pertahanan dengan bola di kaki kanannya. Itu sebabnya Fergie juga menempatkan Phil Jones di lini tengah. Berpasangan dengan Carrick sebagai double-pivot, Jones tak henti-hentinya berusaha menutup upaya Ronaldo memasuki daerah tengah pertahanan. Ini pakem yang juga digunakan Fergie untuk menangkal agresivitas Gareth Bale di laga Premier League dua pekan lalu.

Kecenderungan Ronaldo memang membawa bola ke tengah dari sayap untuk mencari celah melakukan percobaan mencetak gol. Di laga ini, dia melakukan 10 percobaan mencetak gol, mayoritas berasal dari tembakan jarak jauh (3 di antaranya dari tendangan bebas). Bahwa Ronaldo tak mampu mencetak gol dari situasi ini, dan tendangan jarak jauh paling berbahaya justru datang dari Coentrao, menjelaskan betapa masuk akalnya pilihan pakem yang digunakan Fergie.

Setelah Ronaldo, pemain Madrid yang paling banyak melakukan percobaan mencetak gol adalah Di Maria dengan 5 kali percobaan (2 on target). Statistik ini menjelaskan bagaimana skema penyerangan Madrid memang banyak bertumpu pada dua flank yang berperan sebagai inverted-winger.

Evra beberapa kali cukup efisien membantu penyerangan, termasuk insiden ketika dia dilanggar Raphael Varane yang sebenarnya layak membuatnya di-kartu merah. Tapi pekerjaan utama Evra di laga ini adalah mematikan Di Maria. Dan Evra harus bekerja keras untuk menunaikan tugasnya ini.

Dibantu Mesut Oezil yang cukup rajin bergerak ke kanan, Di Maria bermain amat menonjol dalam merusak kedalaman pertahanan United. Kombinasi antara Oezil dan Di Maria ini menghasilkan 6 key passes, di mana masing-masing pemain menorehkan 3 key passes.

Benzema ke Mana?

Trio Oezil, Di Maria, dan Ronaldo mendapat sokongan Sami Khedira untuk menggempur barisan pertahanan United yang nampak kompak. United terus berusaha mematikan serangan tuan rumah sejak tuan rumah memasuki area tengah tim mereka. Di awal babak kedua, para pemain tengah Madrid yang terus merotasi posisinya gagal menemukan pemain depan mereka, Karim Benzema.

Pada pertandingan tersebut Benzema berusaha menemukan ruang kosong yang memungkinkan rekannya melakukan penetrasi dari tengah. Beberapa kali trio Oezil, Di Maria, dan Ronaldo melakukan tembakan langsung ke gawang setelah ada ruang yang terbuka di pertahanan United.

Pola permainan ini membuat peluang Madrid tersia-siakan sebagai tembakan yang melenceng atau peluang lemah yang mampu diselamatkan kiper David De Gea. Pasifnya Benzema membuat pemain Prancis ini ditarik keluar dan digantikan Gonzalo Higuain.

Bermain hanya sekitar 30 menit, Higuain relatif bisa lebih mengganggu jantung pertahanan United yang sebelumnya dengan mudah mematikan Benzema. Dari catatan statistik, Higuan juga lebih banyak melakukan percobaan mencetak gol ketimbang Benzema.

Sebagaimana United yang kesulitan menyerbu dari tengah, seiring terisolasinya Robin van Persie, begitu juga yang terjadi dengan Madrid. Tapi Madrid punya opsi yang lebih baik melalui Higuain, dan United tak memiliki itu.

Kesimpulan

Pertarungan lebih banyak terjadi di 1/3 daerah pertahanan United. Empat pemain Madrid plus seorang Khedira berhadapan dengan 4 pemain belakang United plus dua defensive midfielder. Dua DM inilah yang menjadi kunci sukses permainan United malam tadi. Jones berhasil menganggu siapa saja pemain Madrid sebelum mereka berhadapan langsung dengan bek United. Sedangkan Carrick berhasil menyeimbangkan permainan walapun sebagian besar waktunya habis menahan gempuran tim tuan rumah.

Kedua tim gagal memaksimalkan peran masing-masing ujung tombak. Mayoritas skema serangan kedua tim berasal dari strategi memaksimalkan kedua sayap mereka.

Hasil imbang 1-1 di leg pertama suatu kejuaraan, termasuk Liga Champions, sangatlah merugikan bagi kubu tuan rumah. Madrid harus mengejar kemenangan atau gol lebih banyak di leg kedua yang akan dilangsungkan di Old Trafford, Manchester. Bagi United, hasil pertandingan malam tadi menjadi modal cukup penting untuk bisa melaju ke babak selanjutnya.

Sumber

Share this post:

Recent Posts